Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label senyum. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Februari 2017

Bersyukur Adalah Jawabannya

hati,
tak harus selalu terpuruk,
tak harus selalu diam menunggu,
tak harus selalu merasa sakit.
setidaknya, secercah bahagia bisa meredakan segala kesakitan dan kesedihan.
sudah tak peduli lagi, dengan hal-hal yang mungkin mengganggu..
cukup sudah bergelut dengan sakit hati.
saatnya untuk bangkit, bangkit, dan bangkit
inilah saatnya, inilah waktunya
menunjukkan pada dunia

Jumat, 02 Desember 2016

Hubbu

Hubbu

Hubbu,
karenanya bunga pun bermekaran
karenanya kumbang pun merayu sang bunga
karenanya burung-burung pun bernyanyi
karenanya padi pun menjadi nasi
karenanya aku menjadi begini
karenanya ikan-ikan berenang dalam jala nelayan
karenanya daun-daun berisik berebut embun
karenanya madu menjadi pahit
karenanya empedu menjadi manis
karenanya halal menjadi

Selasa, 03 Mei 2016

Wis-suda

Temanku Wis-suda

Aku menyusuri jalanan ketika pukul sepuluh pagi. Cahaya matahari menyilaukan panasnya. Matahari pun merangkak naik perlahan. Sementara diriku harus nyengir-nyengir terkena sinarnya. Aku berjalan bersisian dengan seorang temanku. Hari itu aku mengunjungi teman SMA yang kini sudah wisuda. Sesuai rencana, aku mengajak teman kos agar menemaniku berjalan menuju UINSA, kampus tempat wisuda temanku SMA. Lumayan jauh sih, tapi menyenangkan bila berjalan bersama teman. Toh tidak sekali ini aku berjalan dari kos yang dekat dengan UNESA menuju UINSA hanya berjalan kaki.
Hari itu pula aku memakai rok. Meskipun aku bukan mahasiswa UIN, aku ingin memakai rok bila ke sana. Bukan apa-apa, hanya saja aku merasa di lingkungan dengan atmosfer yang berbeda

Minggu, 29 November 2015

Tak Tahu Ini Apa

Tak tahu ini apa. Masak sama anak kecil. Hmmmm... apa yang terjadi? What happen...? dia mirip, tapi siapa? mungkinkah di masa laluku.. tapi siapa? atau seseorang yang di bank? Atau aktor film, tapi dia pas banget buat film ku. Tapi jadi siapa? peran apa? Lebih tepatnya pencuri hati yang masih kecil dan terlihat dewasa, hmmm...., kupandangi dia dari jauh, tapi hanya senyum manisnya yang ku peroleh. Ku ingin coba tanya padanya, tapi Aku tak bisa. Olala, akhirnya aku tanya pada temannya.
“Kelas berapakah ia?”, tanyaku penasaran tapi ku coba menghadapi gelombang penasaranku. We o we... kelas dua. Dua SMP, masak aku terpukau dengan anak masih kecil? Ya tuhan, gayanya sungguh anggun. Dari baju, celana, dan kopiah yang dikenakannya pas banget di tubuhnya, seperti di pesantren, tampilannya menawan. Hmmm... sungguh, memang aku tahu kalau disana tak ada yang lebih tua usianya, tapi salah besar aku menilainya, kukira dia dua SMA atau tiga SMA, eh meleset, semuanya salah, aku terjebak

Sabtu, 14 November 2015

Menunggu Senyum Yahya

Entah kenapa aku ingin menuliskannya malam ini. Seorang lelaki yang entah ia akan jadi apa dalam putaran hidupku. Akankah hanya akan jadi kenangan dalam buku yang berjudul sahabat? Ataukah akan menjadi sahabat selamanya? Aku tak tahu. Aku ragu. Aku takut kehilangan dirinya. Aku ingin menjadi sahabatnya dan tetap akan menjadi sahabat yang akan kukenang selalu. Aku merasa nyaman ketika bersamanya. Entah apa yang kurasa, aku tidak tahu. Namun satu hal yang pasti aku merasa aman dan nyaman yang tidak pernah aku dapatkan dari teman lelaki ku yang lain. Bukan berarti

Hati

Assalamualaikum sahabat semua.. long time no see.. how are you today.. Sudah lama aku tak nge-post tulisan apapun, tapi kini aku ingin men...