Tertawa, Nasi Goreng dan Hujan
Malam itu, aku dan
kedua temanku merasa lapar. Aku berpikir hanya aku dan temanku sajalah yang
merasa lapar, tapi ternyata teman-teman yang lain merasakan hal yang sama. Lalu
kucoba mengikuti teman-teman yang lain pergi ke warung di pasar.
Pasar itu masih buka di
malam- malam seperti ini, namun hanya sebagian warung di depan pasar saja yang
buka.
Jarak
dari sekolah sampai pasar tidak begitu jauh, sehingga cukup dengan berjalan
kaki. Toh teman-teman yang lain juga berjalan kaki. Tapi
ada pula yang naik motor atau sepeda ontel.
Beberapa
menit kemudian, sampailah di depan pasar. Ramai. Apalagi penjual makanan. Laris
manis. Ada nasi goreng, soto, sate, penyetan, dan menu-menu lain yang tidak
mungkin aku sebutkan satu per satu