Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kenangan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Agustus 2018

Hati

Assalamualaikum sahabat semua.. long time no see..
how are you today..
Sudah lama aku tak nge-post tulisan apapun, tapi kini aku ingin mencurahkan sedikit rasa yang mugkin terpendam.
Cerita ini memang sudah lama, tapi kuceritakan hanya dengan puisi yang tak utuh, namun bagiku mampu menjelaskan semuanya.

Dia, yang hanya sekejap di hati
dan sedikit waktu yang tersisa

Sabtu, 26 November 2016

Hening, again..

Sekali lagi, hening..
banyak sekali kata yang ingin terucap,
namun hanya sebatas pada kekosongan,
pada udara yang berembus,
kosong..

Namun aku tak mengerti,
kadang, tiba-tiba, ia menghampiri,
terkejut, kaget, heran,
begitulah suasananya..
mengalirlah rangkaian cerita,

Minggu, 05 Juni 2016

Betul betul betul...

Kebetulan Kah. . ?

Hidup ini bukanlah sebuah kebetulan. Yah memang, bahkan sebuah kebetulan yang benar-benar kebetulan sekalipun telah tertulis di lauh mahfudz, begitulah kiranya yang aku baca di akun fanspage Tere Liye di facebook. Kalau begitu semua ini bukanlah sebuah kebetlan. Seseorang yang berseliweran dalam hidupku pun bukanlah suatu kebetulan. Semuanya sudah terencana dan diatur oleh Sang Maha Skenario. Tidak ada yang meleset dan tak ada yang salah atau bahkan tertukar.
Aku mulai menganalisis ulang hidupku kembali. Siapa-siapa yang berseliweran di otakku, hatiku, dan tentu saja dalam hidupku. Tapi kali ini aku ingin bercerita tentang seseorang. Sebenarnya aku tidak ingin membahasnya lagi. Biarlah saja apa yang terjadi. Sekarang aku badmood

Senin, 23 Mei 2016

Wonten..

Ada

Masya allah.. sebenarnya apa yang ingin Allah tunjuk dan ajarkan padaku? Apa hikmah dibalik semuanya? Iyya kana’ budu wa iyyaka nasta’in.
Baru kemarin malam aku menjadikan dirinya topik menulisku. Esoknya nebeng dia sampai pom benjeng. Apa kebetulan?
Pagi ini, aku balik ke kos. Rencananya aku naik angkot seperti biasa. Nanti ke gang, aku diantar sama bapak. Lah tadi sudah mau berangkat, eh si “D” dari arah barat mau berangkat sekolah. Jadi bapak mencegatnya. Suruh aku agar nebeng. Ya gak papa sih. Kasian bapak juga, kan harus ke sawah. Panen. Akhirnya aku nebeng sama si “D”. Tadi dia bawa motor matic, bukan motornya yang gedhe. Yang buat aku sedikit tertawa lihat helmnya. Warnanya pink. Tak masalah sih dengan

Selasa, 12 April 2016

Again

Lagi-lagi…

Sebenarnya aku sudah pernah menuliskannya. Di blog ini juga. seperti biasa, aku terinspirasi oleh senyumnya. Tulisanku kali ini juga terinspirasi oleh senyumnya. Entah apa pasal, aku merindukan senyumnya. Hanya saja aku mencoba berdamai dengan itu semua. biarkan berjalan secara alami. Aku tidak ingin kehilangan dia. Aku merasakannya. Tapi aku tetap sadar, aku menganggapnya sebatas teman. Begitu pula dirinya dan aku paham. Tapi pengetahuanku terbatas untuk tahu keputusanNya. Jujur, dia teman yang baik. Aku akui itu, walaupun ada beberapa hal yang tidak berkesan, tapi aku menolerirnya.
Sekali lagi aku membayangkan wajahnya. Manis. Membayangkan dirinya tersenyum, aku ikut tersenyum. Bahkan dunia sekitar ikut tersenyum. Maka aku tidak ingin kehilangan senyumnya. Aku tidak

Kamis, 31 Maret 2016

Pendidik

Anak-anak

Di panti tempatku mengajar, ada dua anak lelaki yang tinggal disana. Mereka sudah kelas dua SMP. Mereka berasal dari Madura. Tepatnya kabupaten Sampang. Dua anak lelaki tersebut mempunyai cerita sendiri-sendiri. Bisa dikata nasib, bisa juga disebut takdir. Mereka sama-sama ditinggal kedua orang tuanya. Baiklah sobat aku akan menceritakannya. Yang pertama sebut saja Fandi sebagai nama samaran. Anak kedua dari dua bersaudara. Kakaknya tidak bekerja alias pengangguran. Kakak Fandi ini harus sekolah di kelas yang mempunyai selisih satu tahun dengan Fandi. Dulu, kalau Fandi kelas 3 SD, kakanya kelas 2 SD. Sebenarnya selisih nya dua tahun. Tapi karena entah apa pasal kepala sekolah menaikkan kakaknya langsung kelas dua. Mungkin agar tidak jauh selisihnya dengan Fandi.
Demi sesuap nasi,

Selasa, 01 Desember 2015

Tertawa, Nasi Goreng dan Hujan

Malam itu, aku dan kedua temanku merasa lapar. Aku berpikir hanya aku dan temanku sajalah yang merasa lapar, tapi ternyata teman-teman yang lain merasakan hal yang sama. Lalu kucoba mengikuti teman-teman yang lain pergi ke warung di pasar.
Pasar itu masih buka di malam- malam seperti ini, namun hanya sebagian warung di depan pasar saja yang buka.
Jarak dari sekolah sampai pasar tidak begitu jauh, sehingga cukup dengan berjalan kaki. Toh teman-teman yang lain juga berjalan kaki. Tapi ada pula yang naik motor atau sepeda ontel.
Beberapa menit kemudian, sampailah di depan pasar. Ramai. Apalagi penjual makanan. Laris manis. Ada nasi goreng, soto, sate, penyetan, dan menu-menu lain yang tidak mungkin aku sebutkan satu per satu

Hati

Assalamualaikum sahabat semua.. long time no see.. how are you today.. Sudah lama aku tak nge-post tulisan apapun, tapi kini aku ingin men...